Mandau Baru dikenal di kalimantan Pada Abad 18
Mandau ini merupakan Senjata paling Bungsu dan menjadi senjata yang Efektif untuk Berperang zaman dulu.
Pusaka suku Dayak ini Merupakan Bentuk nilai yang tertuang dari Filsafat hidup Suku Dayak
"Mulai dari ukirannya,Bentuknya dan cara memiih Bahan, Itu ada Filsafat Nilai hidupnya.
Suku Dayak pada zaman dulu Tidak mengenal Tulisan
Dia menuangkan Dalam bentuk karya Seni
Untuk Mengetahui nilai Filsafah Hidupnya.
Ketika mandau menjadi Senjata termuda Suku Dayak
Dohong adalah Senjata Tertua dari Suku Dayak
"Gagangnya Terbuat Dari Gading Gajah."
Sedangkan di kalimantan saat ini sudah susah menemukan gajah.
kemungkinan zaman dulu gajah banyak di kalimantan.
Untuk Perawatan Dari benda-benda Pusaka ini pun, Dirawat dengan Khusus "Setiap Benda atau Senjata beda Perawatannya, Harus punya Minyak Khusus untuk Mengoleskannya
Supaya Tidak Berkarat."
Mandau yang merupakan salah satu Senjata Tradisional yang juga Menjadi ikon Dari masyarakat dayak, Ternyata memiliki arti sendiri.
Pelestarian pusaka Dayak
Mandau tidak hanya Sebagai sebuah Senjata yang digunakan Untuk Berperang
Namun keberadaaan Mandau sendiri memiliki arti lebih dari itu.
Mandau memiliki arti Sebagai sebuah simbol persaudaraan, salain itu juga sebagai Simbol Ksatria,Simbol penjaga, Kedewasaan dan juga tanggung jawab.
"Keberadaan Mandau seperti sebuah Keharusan dan Sangat penting Bagi masyarakat Dayak.
Mandau merupakan Simbol persaudaraan, Simbol Ksatria, penjaga, Tanggung jawab dan Kedewasaan."
Arti ukiran kepala Mandau
Mandau itu terdiri dari bebrapa tingkat dan jenis, Atau mandau itu diliat Dari bentuk, Usir kambitnya sendiri Itu menandakan identitas seorang pemilik atau pemakay Mandau tersebut.
Identitas seorang pemakay itu disebut, Sebegitu Usir kambit itu sangat penting
Untuk identitas seorang pemilik atau pemakay, Dan apabila usir Kambitnya Tiga Dan Memakay mungkin dari Tangkainya itu dari Kayu biasa dengan Tidak dibubuhi atau Diperbanyak Pernak-Pernik, Ukir-ukiran itu Berarti di pakay untuk Masyarakat Biasa.
(mandau usir kambit 3)
Dan apabila tangkainya itu di tambah dengan ukir-ukiran dan kepala atau gagang Mandau terbuat dari Tanduk Rusa, itu bisa menggambarkan indentitas Tingkat jenjang kasta Seseorang pemakay Mandau Tersebut adalah seorang Bangsawan.
Apabila kepala atau gagang mandau terbuat dari kayu pusi atau kusi dan ditambah lagi dengan Lima Tingkat Aksesoris usir kambit, di kumpang atau di sarung Mandau
Itu bisa menggambarkan identitas tingkat jenjang kasta si pemilik/pemakay mandau tersebut adalah Seorang Pangkalima,Pangalalok atau panglima pasukan perang.
Mandau yang mempunyai Usir kambit lima Tidak boleh dipakay orang biasa atau orang umum Yang bukan keturunan Raja,bangsawan,Panglima.
Mandau yang mempunyai Lima di sarung Mandau dan Ditambah dengan aksesoris Rambut di Kepala Mandau, menandakan Orang pemilik Mandau tersebut adalah (Panglima perang musuh).
Dalam adat-istiadat masyarakat Dayak kampung sepuluh, Sangat tidak diperbolehkan untuk Masyarakat biasa yang bukan pangkalima,pangalalok, Untuk meniru atau Membuat Mandau Yang ada Usir Kambit Lima di kumpang mandau/disarung mandau, serta ditambah dengan aksesoris Rambut dikepala Mandau.
Yang terdapat Ukir-Ukiran yang ada di kepala Mandau itu Menceritakan Riwayat Mandau pernah Dipakay untuk apa Atau Bisa juga Menceritakan Kisah Riwayat hidup Si Pemilik Mandau tersebut.
Pada Zaman Dulu Fungsi Mandau Itu Tidak Untuk Menebas Atau Membabat Hutan Secara Sembarangan
Fungsi Mandau Itu Sendiri Di Gunakan Hanya Untuk Jaga diri, Kegiatan Perang, Dan Mempetahankan Jaah (Kampung).
....Sekian Terima Kasih....




Comments
Post a Comment
jaman boleh berubah, apapun kamu boleh maju kamu boleh kaya kamu boleh pintar, di cat warna apapun rambut mu, apapun status mu apapun gelar mu tinggal di negara mana pun kamu, darah kamu tetap darah dayak, tidak bisa kamu buang. jadi wajib kamu sebagai orang dayak mempertahankan adat tradisi dan budaya !