Gunung yang tak seharusnya Di daki dan di teliti, bondang Kalimantan tengah.
Kisah nyata yang saya dapatkan dari salah satu pendaki yang pernah kesana tujuh tahun yang lalu,
Hari itu adalah hari yang merupakan awal tahun 2013, Kalimantan tengah.
Di sebuah warung kopi di samarinda, ada 5 sekawan yang terdiri dari 3 laki-laki dan 2 perempuan mereka sedang merencanakan pendakian di gunung yang ada di Kalimantan tengah
Sebut saja nama mereka ,
Maria,Wati,Tomi,Wira,farhat
"Jadi kapan kita berangkat ke Puruk cahu.? Tanya maria
"Hari Sabtu nanti." Jawab Wira
"Berarti 4 hari lagi dong "sahut wati
"Iya, kita juga butuh persiapan kan. Apalagi
Gunung yang akan kita daki itu
Adalah gunung yang banyak menyimpan rahasia misteri alam ghaib" jawab Wira setengah berbisik .
"Aku tidak percaya sama hal-hal yang ber- bau hantu-hantu konyol itu."celoteh Farhat.
"Kau jangan meremehkan bondang hat..!
Mulutmu jangan sesumbar seperti itu, Kita tidak akan tau apa yang akan terjadi nanti disana..! Tegur Tomi
"Aku tidak sesumbar, aku mengatakan yang sebenarnya, aku tidak pernah takut dengan makhluk yang di sebut hantu itu..!"Sahut farhat.
"Sudah..sudah."ujar Wira
"Saat di sana , kita tetap harus sopan santun, walaupun dengan mereka yang tidak terlihat." Kata Wira seraya bergantian menatap ke empat teman2nya itu.
- - -
Hari yang telah ditentukan tiba.
Lima sahabat itu sudah berkumpul
Di terminal bus yang akan membawa
Mereka ke Puruk cahu, murung raya.
"Dari sini 2 hari lagi kita akan sampai di Puruk cahu, setelah sampai Puruk cahu kita akan naik klotok (perahu) ke desa muara laung ,sesampai nya di muara laung kita minta antar sama masyarakat lokal di desa muara laung naik klotok ke desa bondang.
dan dari desa lagi kita akan meminta izin kepada tetua adat di sana, "kata Wira menjelaskan.
"Waduh, jauh sekali yah,"sahut Maria.
"Dan katanya jalan kita untuk mendaki itu dipenuhi lintah dan lumpur, makanya kita harus benar-benar kuat untuk kesana, tidak hanya kuat fisik, kita juga harus kuat mental.
Meski apapun yang kita temui di sana, kita jangan takut dan yang paling
Penting, bersihkan hati kalian dari pikiran buruk, karena penghuni di sana tidak suka jika ada orang berniat tidak baik memasuki wilayah mereka.!"ujar Wira lagi.
"Terutama kamu Hat."ujar Tomi menunjuk ke arah Farhat.
"Iya , aku tidak akan macam-macam ." Jawab Farhat.
Sekitar jam 8 pagi bus yang mereka tumpangi akhirnya berangkat, perjalanan menuju Kalimantan tengah
Dimulai.
Singkat ceritanya, kelima sahabat itupun akhirnya sampai di terminal
Puruk cahu.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan ojek untuk ke pelabuhan yang lumayan jauh dari terminal.
Setelah sampai pelabuhan, mereka mencari
Klotok taksi, masyarakat Puruk cahu menyebut nya dgn motor getek/mesin motor (seperti gambar dibawah ini )
"Aku capek sekali Ti,"ucap Maria seraya menyandarkan kepalanya di bahu Wati.
"Kalian tidur aja dulu nanti kalo sudah dekat mau nyampe, aku bangunkan kalian."ujar Wira.
2 jam kemudian.
"Bangun,bangun kita hampir sampai,"Wira membangunkan teman-temannya.
Real pict muara laung.
Mesin motor yang mereka tumpangi mulai merapat ke pelabuhan.
Setelah membayar 40 Ribu perorang, mereka kemudian masuk di sebuah warung makan yang ada di hulu pelabuhan.
"Kita makan dan beli bahan makanan di sini saja, soalnya kalau sudah disana makanan lumayan mahal."ujar Wira
Maria,Wati,Wira,Tomi dan Farhat pun makan di warung itu, setelah selesai makan mereka kemudian membeli berbagai macam bahan makanan instans di warung itu, mulai
Dari satu dus mie instans, beberapa kaleng sarden dan kornet,
"Apa amang bisa mengantarkan kami ke desa bondang.?" Tanya Wira pada salah satu pemilik klotok taksi desa yang ada di sana.
"Memangnya ada apa dengan desa bondang ?" Tanya lelaki itu
"Kami. Ingin mendaki gunung bondang mang." jawab Wira sambil tersenyum
Lelaki itu mengerutkan keningnya.
"Jangan pernah kesana, kalian itu orang baru, jangan coba-coba kesana, saya tidak akan mengantarkan kalian."ujar
Lelaki berusia 50 tahunan itu seraya berjalan menjauh.
"Apa katanya rus."tanya Farhat
"Dia tidak mau mengantarkan kita."jawab Farhat singkat.
Tiba-tiba datang seorang pemuda berusia sekitar 25 tahun menghampiri mereka.
"Maaf, aku tidak sengaja mendengar percakapan kau dan pak kardin.
Kalau kalian mau, aku bisa mengantarkan kan kalian ke desa bondang ."kata pemuda seraya tersenyum ramah.
"Pak kardin memang seperti itu, tetapi kalian tidak usah takut. Aku akan mengantarkan kalian kesana, dan aku juga bersedia menjemput kalian kalau kalian pulang."lanjut pemuda itu.
"Oke, kita berangkat sekarang yah"ucap Wira
"Yang disana itu kelotok ku, tunjuk pemuda tersebut kearah klotok yang lumayan besar.
Beberapa saat mereka memasukkan semua barang2 mereka kedalam klotok tersebut, setelah barang mereka sudah tersusun rapi didalam klotok, mereka pun bergantian masuk dan perjalanan ke desa bondang pun dimulai.
Mereka sudah memasuki sungai laung 6-7 jam lagi mereka akan sampai di desa bondang.
Selama perjalanan mereka tak ada yang mengobrol, hanya suara gemuruh mesin klotok saja yang mengisi keheningan itu.
Senja sudah beranjak malam.
Sekitar jam 8 malam akhirnya mereka sampai di desa bondang.
"Di desa ini ada penginapan tidak,"tanya Farhat
"Di desa ini
Tidak ada penginapan, kalau orang baru datang biasanya akan disuruh tidur dirumah tetua adat."jawab pemuda itu.
"Mang,mang, kantuh Helu (mang, kesini dulu )"panggil pemuda tersebut pada seseorang lelaki tua yang baru turun ke sungai,
"Ini saya mau tanya rumah tetua adat dimana.?"
"Oh,aken Aken (ponakan2) baru datang ya,?
Ayo sini amang antarkan ke rumah tetua adat."ujar lelaki tua itu ramah
Mereka berenam pun mengikuti lelaki tua itu.
Setelah berjalan sekitar 20 menitan, akhirnya mereka sampai disebuah rumah kayu, yang merupakan rumah tetua adat.
"Assalamualaikum."ucap lelaki tua itu
Tersebut sambil mengetuk pintu
Tidak berapa lama ada seorang lelaki yang berumur tak jauh beda dengan si amang,
"Ini mereka baru datang."
"Datang dari mana ken.? Tanya amang
"Kalimantan Timur" jawab wira
"Ayo silahkan masuk." Ujar tetua adat
Mempersilahkan mereka masuk.
"Memang nya Aken Aken ini mau
Kemana.?" Tanya tetua adat setelh keenam tamu nya duduk.
"Kami ingin meminta ijin mendaki untuk melakukan penelitian di gunung bondang mang,"jawab wira
Tetua adat (sebenarnya beliau bukan ketua adat tapi muntir adat-muntir adat adalah sebutan
Untuk tetua adat yang beragama Islam-tapi karena mungkin banyak ponakan2 disini gak tau jadi om sebut aja tetua adat ya ,)
Tetua adat terlihat mengerutkan keningnya
Sesaat lalu menarik nafas panjang.
"Insyaallah kalau cuacanya bagus, besok kalian akan saya antar ke atas."kata tetua adat itu kemudian
"Malam ini kalian tidur disini saja, bawa saja barang-barang kalian kesini, kalau
Ditinggal disungai
"Takunnya air naik."ujar tetua adat itu lagi
"Inggih mang, terimakasih banyak," ucap wira
Keempat pemuda itu pun kembali ke sungai untuk mengambil barang-barang mereka yang ada di kelotok.
"Sur,kamu malam ini jangan pulang dulu ya ,"ujar Wira pada pemuda yang mengantar mereka.
"Memang kenapa ," tanya pemuda yang bernama isur itu Sambil tersenyum.
"Ah bikin boros makanan saja ," gumam Farhat
"Huss.!
Mulutmu itu memang nya tidak bisa diam ya Hat.?" Tegur Tomi yang memang tidak suka dengan sikap Farhat.
"Sudah,sudah.!
Lebih baik cepat ambil barang2 yang masih ada di klotok itu." Ujar Wira
"Ahh kerjaan kamu itu cuma marah2 saja gerutu."Farhat
Wira yang mendengar itu cuma geleng
Geleng kepala, lalu melanjutkan langkahnya kerumah tetua adat .
"Kau itu harus sopan Hat, jaga sikapmu
Itu."ujar Tomi
"Aku duluan hat."kata Tomi seraya
Meninggalkankan Farhat yang sedang duduk di dalam klotok
- -
"Wi, kata tetua adat tadi katanya di gunung bondang itu banyak orang yang hilang, tidak pernah kembali setelah mendaki.
Aku jadi ragu untuk pendakian besok
Wi."ucap maria
"Kamu percaya
Kan kalau niat yang baik , akan menciptakan jalan yang baik pula, sebab itulah aku
Katakan "buang semua pikiran kotor kalian'
Kemarin kan,? Jawab wira
Maria menghela nafas panjang.
"Sudah lah Maria, jangan ragu," sahut Tomi tersenyum.
Saat mereka sedang asik mengobrol tiba tiba Terdengar suara pintu yang dibuka dengan keras.
"Astaga Farhat.!"ujar Tomi seraya mengelus dadanya.
"Wati mana,!?mana wati.??"tanya Farhat dengan tubuh gemetar.
"Dia sudah tidur."jawab maria seraya menunjuk kesebuah kamar yang berseberangan dengan tempat mereka duduk.
Farhat bergegas lari masuk kekamar yang ditunjuk oleh maria tersebut,disana memang ada Wati yang sedang tidur nyenyak.
Farhat menghela nafas Lega.
"Datang2 bikin kaget
,memangnya ada apa Hat.?"tanya Wira dengan nada sedikit kesal
"Aku.."ucap Farhat seraya menatap ketiga teman nya bergantian
"Kamu kenapa.?"tanya wira dengan nada sedikit kesal
"Tidak apa apa."jawab farhat
"Dasar."gumam Tomi seraya mengalihkan pandangannya.
----
Pagi hari didesa bondang."Ayo minum kopi tumbuk dulu."kata tetua adat sambil tersenyum
Kelima sahabat itupun bergegas mendekati tetua adat yang sedang duduk didepan rumah bersam Isur.
"Ini dicoba,kacang prarau camilan khas disini."ujar Tetua adat seraya menunjuk ke dalam piring yang
Ada di meja tersebut.
Tetua adat tertawa kecil mendengar ucapan wira.
"Uwek,kacang apaan ini,berminyak sekali.!"ujar Farhat seraya memuntahkan Kacang yang ada dimulutnyaPlaakk.
Tomi Menampar mulut farhat dengan keras.
"Maaf mang,teman kami yang satu ini memang sedikit kurang ajar."ujar Tomi setelah menampar mulut farhat Tidak apa2.
Memang tidak semua orang yang suka dengan rasa kacang ini."jawab tetua adat sambil tersenyum.
"Oh iya Mang,kalau boleh kami ingin berangkat sekarang saja kegunung bondang."ujar wira
Belum sempat tetua adat menjawab,
Tiba tiba mereka dikejutkan denganBanyak warga yang datang kerumah tetua adat sambil menggotong 2 tubuh yang pucat.
"Astaga,ada apa ya.?"tanya maria seraya berdiri
"Maaf pak,ini para pemuda yang minta izin naik kegunung bondang 6 hari yang lalu.Rios menemukan mereka di hutan sana sudah begini."ujar salah seorang warga
Setelah mendengar penjelasan warga tersebut,wati langsung Mencubit tangan wira.
"Aku takut Wi."bisiknya"Awen makeng.ida kawa irawa.(mereka keras kepala,tidak bisa di larang)"ujar tetua adat
"Cepat bawa masuk kerumah."ujarnya lagi
Setelah dua orang itu dibawa masuk kerumah,tetua adat langsung memeriksa hidung mereka.
"Mereka Masih hidup.cepat panggilkan Basi Tumpang!"suruhTetua adat pada beberapa warga yang ada diruangan itu.Warga itupun langsung berlari keluar rumah tetua adat.
"Apa yang sebenarnya terjadi pak.?"tanya wira
"6 hari yang lalu ada 3 pemuda yang datang kesini,mereka meminta izin untuk naik keatas bondang.saya sudah mengatakan,kalau mau mendaki jangan hari itu,karenaHari itu bertepatan dengan pemberian sesajen kepada datu penunggu gunung.tapi mereka tidak mau mendengar perkataan saya,mereka tetap naik hari itu.dan beginilah akhirnya."ujar tetua adat dengan raut wajah menyesal"Palingan mereka itu kehabisan bekal makanan,dan mungkin juga mereka tersesat lalu akhirnya kelelahan"celoteh farhat
Tomi segera menginjak kaki temannya tersebut.
Setelah beberapa saat kemudian warga dan seorang lelaki berusia 50 tahunan berpakaian serba hitam masuk kerumahTetua Adat.
"Ji buli tuh kungan awen beh,Sukmaeh masih melay singambu bondang.(yang pulang ini cuma raga mereka,sementara sukma/roh mereka masih ada di puncak bondang)."ujar lelaki yang disebut sebagai basi/dukun tersebut."Lalu kemana satu nya lagi basi.?"tanya tetua adat
"Sudah pernah kukatakan kalau mau naik kepuncak bondang jangan dalam jumlah ganjil.!
Tapi tak ada satupun yang mempercayai omonganku."ujar Basi tersebut dengan suara mulai berubah"Bisakah basi mengembalikan jiwa mereka kedalam raganya masing2.?"tanya tetua adat
"AKU TIDAK MAU TERLIBAT.!"teriak Basi tersebut sambil menatap wajah tetua adat,matanya berubah kemerah merahan.
"Astaga.!"kata tetua adat kaget"Sebelum terjadi apa apa pada kalian semua.!
Lebih baik kalian pulang.!"ujar Basi seraya menunjuk kearah lima sahabat itu
"Jangan percaya,dia itu Pura pura saja."ujar Farhat seraya menyiramkan kopi kepada BasiBasi itu menatap lekat kearah farhat dan tiba tiba Dari hidung dan telinganya mengeluarkan darah dan sesaat kemudian Farhat terbatuk dan muntah darah"Ya allah."kata tomi seraya memegang tubuh farhat
"Kau tidak akan pulang dari tempat ini.!"ujar Basi itu seraya mendekati farhat,basi itu berjalan merangkak matanya yang memerah membuat tomi ketakutan.
"Maaf datu,tolong jangan ambil serius perbuatan teman saya tadi,Mungkin dia hanya bermaksud bercanda,Saya mohon datu."ucap wira seraya memegang baju basi tersebut(Maksudnya Jangan Anggap serius)Bruukk..
Farhat terjatuh,tak sadarkan diri.
---
Siang itu farhat terbangun dengan wajah pucat pasi.
"Syukurlah kau sudah sadar."ucap wati
"Makanya hat,lain kali mulut dan tingkah lakumu itu dijaga.!
Kalau kau sakit,kami juga yang repot."bentak tomi"Kurasa basi itu benar,kita memang harus pulang."ujar maria yang dari tadi Melamun tersebut
"Aku tidak setuji Maria ,Rencana pendakian kita sudah sangat matang,dan aku mau kita adalah orang orang mampu menaklukan gunung Bondang itu.aku tidak akan pulang.!"ujar Farhat tegas"Ya,kali ini aku setuju dengan apa yang dikatakan farhat.kita tetap harus mendaki."sambung wira"Bagaimana Tom?"tanya wira
"A a aku ikut kalian saja bagaimana baiknya."jwab Tomi terbata
"Aku mau cerita tentang kita yang mampu menaklukan gunung bondang dan pulang dengan selamat ada di halaman utama Koran"ujar farhat penuh semangat
---
"Mang,kami mu permisi dulu mang."ujar wira pada tetua adat yang sedang duduk
"Apa kalian mau pulang.?"tanya tetua adat
"Tidak mang,kami akan mendaki gunung bondang hari ini juga."jawab Farhat"Terserah kalian saja,aku sudah tidak mampu berbicara panjang lebar."ujar tetua adat itu seraya beranjak dari duduknya dan dengan wajah yang sendu dia masuk kedalam kamarnya."Lebih baik sekrang kita siap siap wi."usul Farhat
"Kau bagaimana sur.?"tanya wira
"Aku akan pulang hari ini dan beberapa hari lagi akan kesini lagi untuk menjemput kalian."jawab isur
Wira mengangguk,lalu mereka pun berpisah.
Isur pergi lebih dulu meninggalkanRumah tetua adat tersebut,
Dan tidak berapa lama kelima sahabat itupun pergi kearah jalan menuju gunung bondang.
Gambar asli jalan menuju gunung bondang,tapi jalan ini bukan berada diatas gunung melainkan jalanan desa yang menghubungkan kejalan setapak gunung bondang.
"Sudahlah maria,jangan berpikir yang tidak2.!"ujar farhat
Angin dingin menusuk tulang mulai terasa saat mereka tiba dijalan setapak yang sudah dipenuhi rumput dan semak belukar."Apa benar ini jalan naik.?"tanya wati
"Ini ada jalan setapak,walaupun sudah tertutupi semak tapi masih bisa dibedakan."jawab farhat
"Tidak usah Ragu- ragu,lebih baik kita jalan sekarang."ujar wira seraya mengeluarkan parang dari dalam tasnya.
"Diam diam kau membawa parang Wi."ujar Farhat sambil tertawa kecil
"Kita harus perhitungkan kemungkinan yang akan terjadi,apalagi gunung bondang ini bukanlah gunung sembarangan.setidaknya parang ini untuk (mampakaras hambaruan)(maaf translite ke indo nya admin gak tau.""Ya.Aku juga ada membawa sesuatu."kata Farhat seraya mengeluarkan Keris dalam tasnya
"Astaga,kamu ini ada ada saja li,keris kan biasanya ada isinya.!"ujar Tomi
"Memang ada.
makanya aku bawa kesini,aku mau tau siapa yang lebih kuat khodam kerisku atau penghuni gunung ini.!"Ujar farhat lantang
"Husss.jangan begitu li,apa kamu masih tidak jera saat muntah darah tadi siang.?"tegur Tomi, Farhat terdiam.
"Sudah2,ayo cepat jalan."ujar Wira sambil menebas semak berduri yang menghalangi jalan.
Sekitar 2 jam mereka terus berjalan hingga akhirnya sampai disebuah sungai kecil
Mereka beristirahat sebentar dan mengisi botol botol air mereka yang sudah kosong di sungai kecil tersebut.
Setelah diraaa cukup,mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.
"Sudah hampir tengah malam,lebih baik kita istirahat dulu.besok pagi kita lanjutkan perjalanan."ujar Wira Mereka akhirnya menggelar tikar dan memasang terpal yang diikatkan pada beberapa pohon untuk menahan air hujan dan embun.
Gambar hanya ilustrasi.
Karena kelelahan 9 jam berjalan kaki mendaki gunung bondang,Tomi,Maria dan Wati akhirnya tertidur.
Sementara wira dan farhat masih terjaga.
"Aku ngantuk sekali Rus."ucap farhatpelan
"Ya sudah kalau begitu,Kamu tidur saja.biar aku yang jaga."kata wira
Farhat yang sudah sangat mengantuk dan keadaan nya yang tidak begitu sehat karena muntah darah tadi siang,Akhirnya terlelap dalam tidurnya.
Wira beranjak dari duduknya dan berjalan kearah belakang tenda,bermaksud ingin kencing"Umpat lalu datu ae,anak cucu disini jua
ulun umpat bakamih datu ae.(permisi datu numpang kencing,)"ucap Wira pelan
Setelah selesai buang air kecil Wira kembali berjalan kearah tenda.
Namun beberapa saat langkah nya terhenti,perasaan kaget bercampur rasa takut menderanyaAda seorang lelaki tua renta bertongkat kayu sedang berdiri menatapnya dibawah keremangan sinar bulan.
Deg.deg.deg.degub jantung Wira semakin kencang saat lelaki tua renta itu berjalan mendekatinya"Jangan takut.
Aku tidak akan menyakitimu."ucap lelaki tua itu seraya tersenyum
Dibalik usianya yang sudah tua namun garis ketampanan lelaki tua itu masih jelas terlihat.
"Maa ma mau apa kau.?"tanya Wira tergagap
"Haha..aku tidak mau apa apa dari kalian.Aku hanya berpesan,diatas sana adalah tempat berbahaya.sebelum kalian sampai kesana lebih baik sekarang kalian pulang saja."ucap lelaki tua itu masih tersenyum ramah"Memangnya kakek ini siapa.?"tanya Wira
"Panggil saja aku Datu Birawaja,Harimau putih penunggu/penjaga danau gaib di puncak gunung ini."ucap Lelaki tua itu memperkenalkan diri
"Hah.! harimau.?"tanya Wira tak percaya
Tiba tiba dalam sekejap saja lelaki tua itu Berubah wujud menjadi Harimau Putih
Tiba tiba wira jatuh tak sadarkan diri.Pagi harinya saat Tomi sedang mencari kayu bakar,dia menemukan wira yang tergeletak pingsan.
"wi.wiraa.!"panggil Tomi panik
"Tolooong.."teriaknya kemudian
Perlahan lahan wira membuka matanya.
"Mana harimau itu Tom.?!"tanya Wira dengan wajah pucat,Tomi melihat kesekelilingnya,namun tidak ada apapun disana.
"Harimau apa Wi.?
Tidak ada apa apa disini."jawab Tomi
"Lelaki tua yang kutemui tadi malam berubah menjadi harimau putih Tom.!"ujar Wira
"Mungkin kau hanya mengigau saja Wi."jawab Tomi"Aku mau mencari kayu bakar dulu,buat masak mie instan."ujar Tomi seraya meninggalkan Wira.Wira bergegas berdiri dan berlari kearah tenda.
"Kau kenapa Wi.?"tanya Farhat
"Aku bertemu kakek tua,dan kemudin kakek itu berubah menjadi harimau putih.!"ujar Wira
"Hahahaha...Kau mengantuk Wi,makanya pikiranmu mulai aneh."kata Farhat sambil tertawa
"Mana adaKakek2 berubah jadi harimau.kalaupun ada kira kira kuat gak tuh buat cari makanan nya.?"ujar farhat meledek"Sudah Farhat,jangan seperti itu.pamali.!"tegur Wati
"Iya nih,siapa tau apa yang dikatakan Wira itu benar,lagian Wira tidak
Pernah berbohong kan selama ini."sahut maria"Aahh.!!
Ya kalaupun ada,nanti biar kusuruh khodam kerisku ink untum membunuh harimau itu."kata Farhat angkuh,
"Tolooong.Toloong.!"teriak Tomi dari kejauhan
"Astaga Tomi.!"ujar wati
Dengan sombongnya Farhat berjalan menyusul kearah suara teriakan Tomi.
Tomi terlihat berlari Dengan kaki terpincang pincang kearah mereka.
Kaki Tomi berlumuran darah dan terlihat ada sesuatu menancap dikakinya."Kakimu kenapa Tom.?"tanya mariapanik
"Itu namanya Sampiti/ jebakan dari bambu ."tiba tiba ada suara dibelakang mereka
"Isur.?!"
"Iya,aku tidak jadi pulang kemarin,lalu aku putuskan untuk menyusul kalian ke gunung."ujar Isur seraya mencabut sampiti yang masih Menancap di kaki Tomi.
"Aaaaaa.."teriak Tomi kesakitan"Sakiiiittt."jerit Tomi
Setelah mencabut sampiti yang menancap di kaki Tomi,Isur segera memetik beberapa tumbuhan dan menghaluskan nya dengan telapak tangan,setelah itu ia meludahinya dan segera menaruh di mata luka yang ada di kaki Tomi tersebut."Jangan di buang,insyaallah darah nya akan berhenti keluar."ujar Isur "Makasih ya sur."ucap Tomi sambil meringis menahan sakit
Isur mengangguk.
"Berani sekali kau sendirian menyusul kami kesini sur."ucap Maria tersenyum
"Ahh.begitu saja sudah dipuji puji.
Aku juga tidak takut drngan semua penghuni disini.!"sahut Farhat"Ya sudah,kalau begitu kamu cari kayu bakar gantikan Tomi."ujar maria pada Farhat
"Itu kan tugas dia,kenapa jadi harus aku yang menggantikan.?!"tolak Farhat
"Biar aku saja yang mencari kayunya."ujar Isur
---
Singkat ceritanya,
Jadi setelah selesai makan dan membereskanTenda.
mereka kembali melanjutkan perjalanan untuk sampai ke puncak Bondang
WIRA dan TOMI menjadi sangat pendiam setelah apa yang telah terjadi pada mereka berdua.
"Ya tuhan.!"kata Farhat yang berada didepan
"Ada apa li.?"tanya Wati seraya mendekat
"Itu lihatlah,Disana banyak anggrek bermacam macam jenis.!
Jika ku bisa mendapatkan anggrek anggrek itu,aku akan kaya raya.!"tunjuk Farhat kebawah jurang
Yang dipenuhi berbagai macam jenis bunga anggrek.
(Konon katanya bunga bunga anggrek disana ada 41 jenis yang sangat langka,dan bunga bunga itu tercipta Dari Roh atau Orang2 yang mati disana.)"Jangan diambil Hat,kata orang2 bunga itu tidak nyata,tapi hanya tipuan mahluk halus untuk menarik manusia kesana."ujar isur
"Alah.sok tau kamu itu sur.!"bentak Farhat"Nanti kalau kita sudah mau pulang,aku akan singgah disini untuk memetik anggrek2 itu."kata Farhat
Sementara Wira yang berjalan paling belakang sering melihat penampakan harimau putih yang selalu menatap tajam kearahnya.
"Aku rasa,kita harus pulang sekarang."ujar Wira"Kita tidak akan pulang sebelum berhasil mendapatkan danau itu.!"ujar Farhat
"Danau.?"tanya wati
"Ya,konon katanya digunung ini ada danau gaib yang sering dipakai mandi oleh mahluk halus untuk memulihkan kekuatan mereka,tapi semua itu masih berita dari mulut kemulut."sahut isur"Tapi kalau orang yang tidak benar benar bersih hatinya,dia tidak akan dapat melihat danau gaib itu."lanjut isur"Memangnya kau sendiri bagaimana.?
Apa sudah kau cuci bersih hatimu itu.!?"ujar Farhat Sinis seraya menunjuk kewajah isur
Setelah beberapa jam melanjutkan perjalanan mereka istirahat didekat sebuah pohon dipinggir jurang.
"Aduh,aku sudah tidak kuat berjalan jauh lagi Hat."Ujar Tomi sambil memegangi kakinya.
"Salah sendiri,punya mata tapi tidak digunakan dengan baik,akhirnya ya begitu.!"sahut Farhat sambil menunjuk kaki Tomi"Mana aku tau kalau ditengah hutan di atas gunung begini ada orang memasang jebakan seperti itu.!"jawab Tomi kesal
"DIAAAAMMM.!!!"bentak Wira seraya berdiri
"Jangan karena aku diam saja lalu kau seenaknya menyalahkan Tomi hat.!
Aku sudah muak dengan tingkah lakumuYang semaunya itu.!"bentak wira seraya mendorong tubuh Farhat
"Bangsat kau Wi.!
Hanya karena aku mengatakan kebenaran tentang kebodohan si Tomi itu kau malah mendorongku seperti ini.!"ujar Farhat sengit"Sudah.sudah.!
Kalian tidak seharusnya berkelahi ditempat seperti."tegur Isur seraya memisahkan keduanya
"Isur benar Hat,Wi,tidak seharusnya kalian berkelahi disini.!"ujar Wati dan maria
"Aku sudah muak dengan sikapnya yang tak tau sopan santun itu Ti.dia tidak pernahJera atas apa yang menimpanya kemari .
Apa kau tak ingat rasanya Muntah darah kemarin Hat.!!?"ujar wira masih Emosi"Cukuuup.!"bentak maria
"Ingat tujuan kita kesini.!
Kita kesini bukan untuk berkelahi.dasar bodoh.!"ujar maria mengumpat"Aku akan kembali memimpin jalan,ayo kita lanjutkan perjalanan.!"ujar wira
Sementara Farhat berada dibelakang.
MALAM HARI..
Mereka berenam kembali membuat tenda sederhana dari tikar dan terpal.
"Malam ini,kau tidur saja Wi,biar aku dan isur yang berjaga."ujar Tomi
"Tidak usah Tom,biar aku saja yang berjaga sendirian.kau harus istirahatkan kakimu yang terluka itu."ucap isur
---
"Pergii dari sini.!"sayup sayup Wira mendengar suara berat laki laki yang menyuruh mereka pergi dari tempat itu.
"Tom..apa kau dengar suara.?"tanya wira
"Suara apa Wi.?"tanya Tomi berusaha mendengarkan suara apa yang dimaksud sahabatnya itu
"Aku tidak mendengar apa apa."lanjut Tomi"Hihihihi..."tiba tiba Wati tertawa dengan suara yang sangat menyeramkan
"Wati.!
Kau kenapa Ti.?"tanya maria
Craakkk..
Suara pipi maria yang terluka karena dicakar wati
"Pergiiiiiii atau matiiii."teriak Wati nyaring diikuti suara tawa yang membuat bulu kuduk berdiri"Sadar Wati sadar.!"ujar Tomi ketakutan
"Kalian yang harusnya sadar.! Kalian sudah memasuki wilayahku.!"teriak Wati seraya mencekik Wira
"Isuuuuuurrr tolong suuur.Wira dicekik.!"teriak Tomi ketakutanTiba tiba Farhat bangun dari tidurnya dan langsung menusukkan kerisnya yang sudah dilepaskan dari sarungnya tersebut ke lengan Wati.Setelah mengerang beberapa saat Wati terjatuh pingsan.
"Bangsaatt kau Farhat.!!"teriak Wira menyerang Farhat
Ggggrrrrrr....
Suara dari luar tenda terdengar seperti suara geraman harimau.
Wira terperanjat kaget,saat melihat bayangan diluar tenda itu."Sssshhhtttt.dia
Dia ada diluar.!"bisik Wira ketakutan"Ampun maaf datu,jangan ganggu kami."terdengar suara isur dari luar
Perlahan lahan suara geraman itu menjauh.
Isur pun bergegas masuk.
"Apa yang sudah kalian lakukan itu membuat datu disini marah.!"ujar Isur
"Maaf sur,Tadi Wati mencekik wira dan Tiba tiba si Farhat Malah menusuk Wati dengan keris."kata Tomi menjelaskan
"Harimau itu adalah wujud lain kakek kakek yang kulihat malam kemarin sur,mahluk itu terus mengikuti kita."ujar Wira gemetar
"Dibondang ini memang banyak yang seperti itu,tapi menurut kepercayaan pendudukDatu harimau putih itu baik dan tidak pernah mencelakai orang.kalaupun iya,pasti orang itu berniat jahat."ucap Isur
"Kau beruntung bisa melihat wujud lain nya Wi,berarti beliau menyukaimu."lanjut isur lagi"Ah,paling juga itu harimau liar yang kebetulan tidak berniat menerkam kamu Wi."sahut Farhat seraya mencabut keris dilengan Wati
"Kau mulai berbahaya Hat.!"ujar Tomi
"Aku berbahaya.?!
Kau lihat kan,wati itu cuma pura pura saja,buktinya setelah kutusuk dengan keris ini Dia langsung pingsan.mana hantunya.??"ujar Farhat menantang
"Mohon maaf sebelum nya Hat,Penghuni disini jangan ditantang,bila sudah sampai waktunya,kau pun pasti akan bertemu mereka."ucap Isur pelan"Mana.?
Ayo mana.?
Suruh harimau datu yang tadi kesini.biar aku hadapi.!
Takut sama hantu.!
Takut itu sama tuhan.!"Tantang Farhat
"Kita bukannya takut li,kita itu menghormati.!"jawab isur
Ggggggrrrrrrrr.
Bruukkk.
Suara geraman itu mendekat dan menerobos masuk ke tenda, Farhat terjatuh tepat dibawah tubuh harimau putih yang hendak menerkamnya itu.
Tomi memberanikan diri membaca Ayat kursi dengan tubuh gemetar menghadapi mahluk berwujud harimau putih tersebut.Harimau putih itu menatap Tomi yang membaca ayat kursi sambil menangis disudut tenda yang sudah rusak karena terkaman harimau.Tangan harimau putih yang kekar itu tepat berada diwajah Farhat,yang membuat Farhat sulit bernafas.
Harimau putih itu mengendus2 kepala Farhat.
"JANGAN MENANTANGKU LAGI.!"bisik harimau itu ditelinga Farhat.
Seketika Farhat yang takut bercampur kaget itu langsung Meronta dan berteriak nyaring.
Harimau itu pergi meninggalkan mereka.
"Alhamdulilah ya allah,ternyata ayat kursi ku manjur juga."ujar Tomi seraya menyapu air matanya
Maria yang ketakutan saat melihat harimau itu langsung memeluk wati yang masih pingsan.
Sementara Wira Menutup wajah dan telinganya sambil meringkuk didekat kaki Tomi."Isur.!
Kenapa kau diam saja tadi.?"tanya Tomi
"Itu bukan urusanku,bukankah dia juga yang menantang mahluk itu kemari.?"ujar isur balik bertanya"Ini juga,kau kenapa meringkuk seperti itu Wi.?"ujar Tomi seraya menepuk punggung rusdi
"Kau juga li.tadi menantang,giliran dia sudah datang kau malah ketakutan.!
Untung aku masih hafal ayat kursi."bentak Tomi pada Farhat, farhat terlihat pucat.
Dibentak sedemikian rupa oleh Tomi pun dia hanya diam saja.
"Bukan ayat kursi yang membuat dia pergi Tom."ujar Isur
"Menurut kabar yang aku dengar,Datu harimau putih itu termasuk dalam golongan jin muslim,sebab itulah beliau tidak takut dengan bacaanmu.Dan aku yakin beliau sudah melakukan sesuatu terhadap Farhat."ujar isur
"Tapi yang kudengar dari guru ngajiku sewaktu aku mengaji dulu,katanya jin islam itu adanya di masjid."jawab"Yang tinggal dimasjid itu mungkin berbeda lagi dengan yg ini.jin juga sama seperti kita cuma beda alam saja.
Mereka ada yang laki laki ada yang perempuan,ada yang cantik/tampan ada pula yang jelek.ada yang usil ada yang baik.ada yang kafir dan ada juga yang beragama."ujar isur Tomi mengangguk.
Malam itu tak ada yang berani tidur karena takut akan kedatangan hrimau itu lagi,dan juga resah mendengar suara tawa yang sesekali mengelilingi tempat mereka duduk."Sebelum terjadi hal hal yang lebih ngeri lagi,lebih baik kita semua pulang saja.
Gunung ini memang tidak seharusnya kita daki,gunung yang penuh hal hal mistis."ujar wira
"Tidak,kita harus mendapatkan Danau itu.sebelum kita mendapatkan danau tersebut kita tidak akan pulang.!"ujar Farhat
"Apa gunanya sih li danau itu menurutmu.?!"tanya maria
"Danau itu adalah danau gaib,yang dipercaya oleh orang2 tua sebagai air kehidupan.!"jawab farhat
"Air yang bisa menghidupkan yang mati ataupun terluka."lanjut farhat
"Iya aku juga sering mendengarCerita tentang itu.
Tapi katanya danau itu tidak terlihat oleh pandangan manusia biasa.
Danau itu gaib,hanya orang2 berhati baik yang bisa melihat danau tersebut.mungkin saja sekarang ini kita sudah berada diatas danau itu namun kita saj yang tidak melihat."ujar Isur"Kata isur benar,hal yang gaib/tidak terlihat sangat sulit untuk ditemukan."kata Wira membenarkan
"Setidaknya kita berusaha,."jawab Farhat
"Kita sudah berusaha,tapi sampai detik ini kita sama sekali tidak menemukan danau itu.!"ujar Wira
"Kalau begitu,kurasa kitaHarus berpisah,kalian pulang saja,tunggu aku dibawah.biar aku sendiri yang mencari danau tersebut.!"ujar Farhat seraya mengambil tasnya dan pergi meninggalkan teman teman nya.
"Wi.!
Kenapa Ramli begitu bersikeras mencari danau gaib itu.?"tanya maria
"Neneknya sedang sakit Keras.Mungkin itu yang membuatnya mencari dimana keberadaan danau tersebut.berharap neneknya bisa sembuh kalau meminum air dari danau gaib.kalian tau kan Farhat sangat sayang dengan neneknya."ujar Wira"Kalau begitu,kita harus menyusul Farhat.!"ujar Tomi
"Tidak,kita harus secepatnya membawa Wati turun kebawah.!"kata maria
"Begini saja,isur dan maria membawa wati turun.
Sementara aku dan Tomi menyusul Farhat."usul isur"Tidak.biar aku saja yang mencari Farhat,sur kau bawa teman teman untuk turun ya."ujar wira seraya menatap isur dan ketiga temannya.
"Apa kau yakin Wi.?"tanya Tomi
"Ya.aku yakin.lebih baik sekarang kalian berangkat saja."jawab Wira seraya mengikatkan parangnya kepinggang"Jaga mereka untukku sur."pesan Wira sebelum pergi meninggalkan teman2nyaTak terasa sudah 2 jam berjalan,namun wira tak kunjung bertemu dengan farhat.
"Ya allah,Tolong pertemukan aku dan Farhat."gumam wira berdoa
Wira kembali berjalan,
Hingga sore hari barulah Wira beristirahat.
"Semoga isur bisa menjaga teman2ku."batin Wira seraya Menghidupkan api untuk memasak mie.
Tiba tiba Suara geraman harimau kembali terdengar.
Deg.
"Apapun itu,tolong jangan mengganggu."ujar wira bergetar
Tiba tiba sekelebat bayangan muncul dari balik pohon.
"Hahaha.dari awal pertemuan hingga sekarang,kau tetap takut padaku.?"tanya Lelaki tua itu sambil tertawa
Wira terdiam,tak berani menatap lelaki tua jelmaan harimau putih itu.
"Dimana danau gaib itu.?"tanya Wira memberanikan diri
"Jika kau orang yang terpilih,kau akan melihatnya."jawab lelaki tua itu seraya tersenyum
"Lihat disana,apa kau nampak bayang bayang bulan.?"tanya lelaki tua tersebut sambil menunjuk kedepan
"Hah.?! Air.?!"tanya Wira tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Ya,sekarang kau sudah berada diatas danau itu."jawab datu birawaja sambil tersenyum,dia mencelupkan tongkat kayu nya kedalam air danau tersebut.
"Kenapa kau izinkan aku melihat danau ini.?"tanya wira
"Kau memang pantas untuk melihatnya"jawab datu birawaja"Maaf,datu.Apakah kau melihat temanku Farhat yang kemarin malam hendak kau terkam itu.?"tanya wira
Lelaki tua itu mengalihkan pandangan nya sebelum menjawab pertanyaan wira.
"Temanmu ada disini,aku menemukan nya didasar jurang.kemungkinan sesuatu yang menipu Matanya hingga dia turun kejurang."jawab Datu birawaja
"Dimana dia.?
Ku mohon kembalikan dia,aku berjanji akan pulang setelah kau mengembalikan dia pada kami."ujar wira menatap lelaki tua tersebut
Lelaki tua itu tertawa kecil lalu berjalan kearah pohon.
"Dia yang kau cariKan.?"tanya Datu birawaja
Wira mendekati lelaki tua tersebut.
"Ya tuhan."kata wira kaget melihat Farhat yang berlumuran darah"Mungkin saat dia sadar nanti,dia akan menjadi sedikit gila."ujar datu birawaja
"Apa.?"
"Ya,dia tidak akan pernah melupakan apa yang sudah dia alami di gunung ini."jawab datu birawaja
"Sekarang kalian pulanglah,teman temanmu sudah menunggu."ujar lelaki tua itu lagi"Isilah botol airmu terlebih dulu."suruhnya wira mengikuti apa yang dikatakan lelaki tua tersebut.
Setelah 2 botol airnya sudah penuh diisi air danau itu lalu wira berpamitan pada datu birawaja.
"Ambil lah tongkatku ini.kau bisa menjadikan nya uang setelah sampai ditempatmu."ujar datu harimau putih tersebut seraya Menyerahkan tongkat kayunya kepada wira.
"Apa ini datu.?"tanya wira
"Ambil lah.nanti setelah keluar turun dari gunung ini,kau akan tau itu kayu apa."jawab lelaki tua tersebut seraya melangkah pergi, Wira menatap tongkat kayu yang diberikan lelaki tua itu,lalu mengalihkan pandangannya kearah danau.namun betapa kagetnya Wira saat melihat hanya ada pepohonan di sana.
Seketika bulu kuduknya merinding.
Wira terus berusaha berjalan sambil memapah Farhat yangMasih tak sadarkan diri tersebut.
Krek krek.suara ranting kayu yang terinjak oleh sesuatu.
Wira menoleh kebelakang,Terlihat sekelebat bayangan melintas dari balik pohon kepohon yang lain nya.
"Allahuakbar."ucap Wira sambil terus berjalan Tidak terasa sudah seharian penuh Wira berjalan sambil memapah Farhat.
"Ya allah,apakah benar ini jalan turun."batin Wira dengan nafas yang ngos2an
Tiba tiba Wira mendengar sayup sayup suara tabuhan gendang.
"Apa suara itu bisa dipercaya untuk menuntunku turun kebawah.?"Batin Wira
Tiba tiba ada suara Geraman Harimau.
"Tidak salah lagi,ini pasti suara yang akan membawaku kebawah."ujar Wira senang wira terus berjalan sambil memapah Farhat. dijalanan yang berlumpur dan banyak Lintah.
kemudian Wira akhirnya sampai dijalanan yang dipenuhi rumput berduri.
"Alhamdulilah.seingatku jalanan ini sudah berada dibawah gunung."gumam wira Namun tiba tiba tubuhnya terasa lemas dan Wira akhirnya ambruk jatuh ketanah.Suara terakhir yang dia dengar adalah suara geraman harimau lagi,dan kemudian semuanya gelap.
"Wi,Wi,Wira."sayup sayup terdengar suara seseorang memanggil namanya.
Saat ia perlahan membuka matanya,seberkas cahaya terang tepat mengenai matanya.silau
Dan sesaat kemudianDia melihat Maria,Wati dan Tomi sudah berada didekatnya.
"Alhamdulilah ya allah,"ucap Wira menitikkan air mata.
"Mana Farhat dan Isur.?"tanya wira
Mereka saling pandang.
Sebelum akhirnya berkata.
"Farhat masih belum sadar wi,lukanya lumayan parah.dan isur menghilangSetelah kami sampai dibawah gunung,ditempat warga menemukanmu."kata Maria menjelaskan
"Kata amang yang pertama kita temui sewaktu kesini itu,kelotok isur memang sudah tidak ada lagi beberapa hari yang lalu."ujar Wati, Wira menatap ketiga temannya bergantian.
"Assalamualaikum."ucap seseorang dari luar
"ISUR.!?"ujar narua dan Tomi melotot menatap kearah pemuda yang baru masuk kerumah tetua adat itu
"Iya,ada apa kalian menatapku seperti itu.?
Apa aku terlambat menjemput kalian.?"tanya isur
"Maaf ya,karena aku sangat sibuk kemarin."lanjutnya lagi
Tomi menelan ludahnya,bibirnya tak mampu berkata kata lagi."Tongkat kayu yang kubawa mana.?"tanya Wira
"Ini nak,ini namanya kayu gaharu, yang jenis ini sangat mahal berharga 450 juta,"ujar tetua adat seraya menyerahkan kayu itu pada Wira.
"Aku tidak menyangka di gunung bondang,ada kayu gaharu jenis ini.dari mana kamu dapatkan itu.?"tanya tetua adat
"Saya,saya diberi oleh seorang kakek tua renta yang berada di puncak gunung bondang."jawab Wira dengan bibir bergetar"Apa jangan jangan itu datu harimau putih penunggu danau gaib di puncak bondang."gumam tetua adat
"Iya,betul sekali mang,dia memang harimau."jawab Tomi
"Beliau itu memang sangat baik,dulu juga ada orang yang diberi intan sebesar ujung kelingking,kata orang itu Ada seorang lelaki tua renta yang memberinya batu,namun saat dibawa pulang kerumah,ternyata batu itu sudah berubah menjadi intan."cerita tetua adat"kenapa bukan Aku yang diberikan kayu gaharu semahal ini,aku kan dari keluarga miskin."celoteh Tomi
"Nanti setelah dijual,uang nya kita bagi rata ya."ujar Wira tersenyum
"Oh iya Sur,apa benar kau sudah pulang beberapa hari yang lalu.?"tanya Wira
"Iya."jawab isur singkat, Wira kemudian menceritakan tentang sosok isur yang menyusul mereka kepuncak gunung.
"Ih,jalan nya saja aku tidak tau,aplagi untuk menyusul kalian kesana seorang diri."ujar isur seraya mengusap tangan nya
"Lalu siapa yang menyusul dan mengantar kami pulang sampai bawah.?"tanya maria dan Tomi berbarengan.
Mereka yang ada diruangan itu serentak bergidik ngeri.
"Untung kalian diantar dengan selamat sampai bawah."ujar tetua adat
------SELESAI------
Inilah kisah nyata yang saya dapat dari salah seorang pendaki gunung bondang, yang mana mereka melakukan penelitian
Untuk mengumpulkan data dan informasi
Di seluruh Pegunungan di INDONESIA.
Apa boleh saya salin cerita ini? dan saya unggah di grup fb
ReplyDelete